Follow by Email

Jumat, 21 Oktober 2011

Kehidupan adalah sekolah yang sesungguhnya. Ujian demi ujian kita lewati agar bisa naik kelas, naik kelas dihadapanNya, sang maha penilai yang terbaik, Allah SWT. Bukan maksud saya tuk berceramah kali ini, saya bukan seorang nabi utusan tuhan, saya juga bukan seorang ustadzah yang memiliki ilmu yang cukup tuk nasihati orang lain, saya hanya manusia biasa, yang tak luput dari dosa, dan mungkin segudang dosa telah meliputi hidup saya. Bukankah sesuai dengan firman Allah yang berbunyi "Sampaikanlah walau hanya satu ayat!" saya hanya berpegang pada seruan diatas. Di blog ini saya hanya menulis semua yang saya alami. Terutama soal cinta, ya .. cinta memang tak pernah habis tuk di kupas tak pernah puas tuk diperbincangkan.


Cinta menghampiri siapa saja yang ingin ia hampiri.Hidup tak pernah lengkap tanpa dibumbui soal cinta, dalam lagu, sinetron,infotaiment, semua membahas soal cinta, baik itu cinta yang bersifat desktruktif maupun konstruktif, tergantung kita mau pilih yang mana.

Apa makna cinta itu yang sesungguhnya, saya tak tahu persisnya. Tapi cinta pasti dialami oleh semua manusia di dunia temasuk saya. Saya mulai mengalami cinta, hmmm.. sepertinya bukan cinta, sebatas rasa suka ketika saya masih berusia 5 tahun. Mungkin bisa dibilang centil ya anak sekecil itu sudah mulai suka-sukaan, tapi kala itu saya hanya berpikir bahwa saya suka pada teman sekelas saya di TK,dia memiliki kulit putih dan hidung mancung, dia benar2 memikat hati.

Ketika SD, saya beralih hati, yaitu pada teman sekelas j yang juga, dia memiliki bibir yang seksi, sepertinya hampir semua anak dikelas suka padanya, apalagi dia pintar sering juara kelas, saya dan dia sering berkompetisi untuk dapatkan rangking satu dikelas. Menyenangkan saat itu, sekolah pun jadi bersemangat apabila ada dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar